BAYAR ZAKAT DAN SEDEKAH DI HARI JUMAT
Bayar Zakat - Kami tidak pernah menjumpai dalil khusus yang menganjurkan sedekah di hari jumat.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang sedekah
yang paling utama, dan jawaban beliau dikaitkan dengan sifat dan
kondisi orang yang bersedekah.
Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu
menceritakan, bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam, ‘Ya Rasulullah, sedekah apakah yang paling afdhal?’
Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَأْمُلُ الْعَيْشَ وَتَخْشَى الْفَقْرَ
Sedekah
yang engkau berikan ketika engkau masih muda, pelit harta, bertumpuk
angan-angan untuk hidup mewah, dan takut bangkrut. (HR. Ahmad 7407,
Nasai 2554, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
Betapa sulitnya
orang bersedekah di saat dia sedang mengejar kariernya, harapannya,
obsesinya, dan cita-citanya. Mungkin dia butuh perang batin untuk bisa
mengeluarkan Rp 20 rb. Karena itulah, nilainya lebih afdhal dari pada
yang lainnya.
Hanya saja, ada beberapa keterangan ulama yang
menganjurkan sedekah di hari jumat, mengingat keutamaan hari jumat itu.
Mengenai apa saja keutamaan hari jumat, anda bisa pelajari di:
Keutamaan Hari Jumat
Kaidah umum terkait tingkatan keutamaan
amal, bahwa amal yang dikerjakan di waktu mulia, memiliki nilai
keutamaan yang lebih besar, dibandingkan amal yang dikerjakan di waktu
kurang mulia.
Berikut kita akan simak beberapa keterangan ulama tentang keutamaan sedekah hari jumat,
Pertama, keterangan as-Syarbini – ulama Syafiiyah – (w. 977 H)
Dalam
kitabnya al-Iqna fi Halli Alfadz Abi Syuja’, beliau menjelaskan tentang
hari jumat. Beliau menyatakan tentang sedekah hari jumat,
Dianjurkan memperbanyak sedekah
dan beramal soleh di hari jumat atau malam jumat. Memperbanyak shalawat
untuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di malam atau siang hari
jumat. Berdasarkan hadis: “Sesungguhnya hari yang paling afdhal adalah
hari jumat. Karena itu, perbanyaklah membaca shalawat untukku. Karena
shalawat kalian diperlihatan kepadaku.” (al-Iqna’, 1/170)
Kedua, keterangan Ibnul Qoyim – ulama hambali – (w. 751),
Dalam kitabnya Zadul Ma’ad, beliau menyebutkan beberapa keistimewaan hari jumat,
Keutamaan yang keduapuluh lima,
Bahwa sedekah
di hari jumat memiliki keistimewaan khusus dibandingkan hari yang lain.
Sedekah di hari jumat, dibandingkan dengan sedekah di hari yang lain,
seperti perbandingan antara sedekah di bulan ramadhan dengan sedekah di
selain ramadhan. Saya pernah melihat Syaikhul Islam – rahimahullah –
apabila beliau berangkat jumatan, beliau membawa apa yang ada di rumah,
baik roti atau yang lainnya, dan beliau sedekahkan kepada orang di jalan
diam-diam. Saya pernah mendengar beliau mengatakan,
“Apabila
Allah memerintahkan kita untk bersedekah sebelum menghadap Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka bersedekan sebelum menghadap Allah
lebih afdhal dan lebih besar keutamaannya.” (Zadul Ma’ad, 1/407).
Karena
itu, tradisi di masyarakat kita dengan memberikan infaq setiap jumatan,
insyaaAllah termasuk tradisi yang baik. Meskipun kita menganjurkan agar
semacam ini tidak dibatasi selama hari jumat saja. Termasuk, tidak
membatasi hanya diberikan untuk masjid saja. Banyak masjid di sekitar
kita danannya melimpah. Sementara di sebelahnya ada orang muslim soleh
yang lebih membutuhkan bantuan.
Allahu a’lam.
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)



Komentar
Posting Komentar